Sayap

Ada sayap patah perlahan jatuh, hentak bumi tak pengaruh,
Dia tak bisa terbang sempurna hanya dengan satu sayapnya…
Walau indah, bulu lebat tetapi butuh satu lagi, hingga kepak sempurna terbang melesat jauh.
Rawatlah bagianmu, indah terlihat dan cukup sentuh lembut.
Tak perlu keras dan menarik kuat, bulu-bulu indah akan gugur, mereka putih namun pupus.
Coba ingat lagi,
Disaat kalian sempurna, kokoh dan perkasa,
Tancap di dua punggung jenjang, pelengkap kerja malaikat cinta.
—————————————-
Indah benar jika membayangkan jika punya dua sayap tancap di punggung jenjang, kita tak perlu repot untuk menunggu yang datang dan kemudian pergi bersama. Hanya butuh berani dan cara bagaimana hentakan dua sayap itu dan memerintahkan mengepakkannya hingga dorong tubuh terbang ke langit luas.
Bagiku yang takut akan ketinggianpun memimpikan punya dua sayap tancap di punggung, begitu gagah bagai malaikat.
Setiap pagi aku akan bersiap untuk terbang, melihat matahari dari balik bukit dengan padang rumput yang hijau terbentang, duduk pandang laut luas. Menikmati sinar terik matahari, duduk sendiri melihat ombak hentak kumpulan batu karang dan dengar bisik suara angin buat tenang, menarik napas dalam, hembus perlahan-lahan.
Kemudian saat terik tengah hari, aku akan pergi dan terbang namun hentak sayap ini dibuat agak lamban mengayun, karena aku akan menepi pandang dia. Tiba saatnya berdiri dibalik jendela itu, sayapnya tetap kepak untuk buat stabil tanpa sentuh tanah.
“Mengapa kamu terlihat sedih sayangku?” Raut wajahnya jelas terlihat menggambarkan bahwa kamu belum siap dengan perpisahan ini. Perpisahan ini singkat, bagaimana caranya untuk membuatmu mengerti? Inginku belai rambut itu, seperti dahulu disaat kita masih bersama. Tenangkanmu dengan belai rambut adalah satu cara yang paling manjur. Siang itu, ingin juga kusentuh dan pegang erat tanganmu dan apakah kamu melihat aku? Aku disampingmu, sayangku. Sudah waktunya aku pergi, besok aku akan kembali lagi dan akan terus seperti itu, namun kamu tak pernah sadar kehadiranku.
—————————————-
Jika punya sayap tancap di punggung jenjang,
Bahwa sadarku hanya malaikat.
Hidup ini adalah bagian dari kesalahan-kesalahan yang disempurnakan.
Kelak kamu akan menyadari bahwa mimpi akan menjadi nyata,
Sadari disaat jatuh dan dengan cepat harus bangkit.
Aku hadir disampingmu…
Disaat kamu hanya butuh sebuah tangan yang menopangmu berdiri
Namun kamu bisa pergi, juga bisa menjauh.
Asal kamu tahu caranya untuk bisa menyempurnakan mimpi.
Hanya aku yang bisa bersamamu?
Tentu benar, garis hidup kita dipertemukan.
Untuk aku menjadi pelengkapan dalam kesalahanmu.
Sempurnakan banyak hal yang keliru,
Kelak kamu pasti kuat tanpa aku.
Sedih menjadi wajar karena kita masih bernyawa…
Pun ruh yang terbang bisa gusar jika tak mendapatkan nirwana
Apalagi hanya kita?

No comments