Kucing

LRM_EXPORT_270717132463918_20190721_192521524

Cerita ini tentang kucing dan hewan lainnya, sebuah pengalaman yang sangat sederhana. Hari ini saya ceritakan, buat kalian yang senang membaca.

Saya menyukai hewan sedari masih balita, awalnya melihat papa yang sangat senang dengan salah satu makhluk ciptaan Tuhan ini. Banyak hewan yang diperkenalkan papa kepada saya dan adik, dahulu di rumah kami banyak anjing, yang merupakan hewan yang paling disukai di keluarga kami. Kami juga pernah memelihara ikan, ayam, kelinci yang sengaja dibeli untuk menjadi hewan peliharaan di rumah. Namun ada beberapa hewan yang tak sengaja papa temukan. Entah ketemu di batang pohon atau lagi jalan-jalan, hewan apakah itu? Agak seram kalau diingat, yang saya ingat ular kecil yang ditaruh papa ke dalam toples kue. Kura-kura pun pernah nyasar di pekarangan rumah kami dan tak pikir panjang, kami pun menaruh hewan tersebut dalam ember cucian dan memberi makan sayur kangkung dan wortel. Sebut saja mereka hewan liar, yang berkeliaran di alam bebas. Mereka tak cocok dibuat hewan peliharaan karena mungkin kodratnya bertarung dengan alam. Maka ular dan kura-kura pun tak bertahan lama di rumah kami, karena mereka "kabur" dan ada yang mati, mungkin tak nyaman dengan lingkungan baru karena terbiasa hidup di alam bebas.

Ada banyak kenangan bersama banyak hewan, yang membuat saya tak memiliki alasan untuk tidak mencintai hewan-hewan yang ada di dunia ini. Walaupun saya tak nyaman memelihara ular, karena alasan phobia dan bukan alasan yang lain, bukan pula membenci atau ingin melenyapkan.

Kucing, salah satu binatang yang dahulu membuat saya tak nyaman. Bukan membenci tetapi karena alergi, saya alergi bulu kucing. Pernah saya mencoba mendekati seekor kucing, hidung ini gatal dan terus bersin. Maka dari itu, hewan yang lucu tersebut belum pernah saya pelihara sampai sekarang.

Kecintaan pada kucing dan nekat mendekati, mengelus dan menciumnya baru terjadi beberapa tahun belakangan ini. Padahal saya memiliki alergi, tetapi karena seorang teman yang sangat menyukai kucing, membuat saya berani untuk mendekati kucing, dimulai belajar mengelus owie, kucing teman saya.
Teman saya adalah seorang pecinta kucing dan teman-teman kami yang lain pun memiliki kucing di rumah : anggora, persia dan lainnya. Awalnya melihat teman saya dan lainnya memeluk, mencium bahkan tidur bersama kucing membuat saya heran, canggung dan agak sedikit geli. Karena dahulu hewan yang saya perlakukan demikian hanya anjing. Ternyata tingkah laku kucing tidak jauh dari anjing, mereka sangat suka dielus, disayang dan juga sifat mereka yang manja, walaupun lebih manja kucing daripada anjing ya? Teman saya membuat saya mau tidak mau menyukai kucing, saya mulai terbiasa dekat dengan kucing dan lama kelamaan menjadi suka kucing. Saya pun baru tahu bahwa kucing jago pijat, suka mendengkur, manjanya seperti pacar dan sangat suka bersosialisasi. Kucing memiliki banyak sifat yang layak dicintai oleh manusia. Saya baru menyadari, mengapa kucing menjadi salah satu hewan yang paling favorite bagi manusia. Ya, karena sifat-sifat kucing yang saya jelaskan di atas tadi. Kucing juga suka diajak curhat oleh manusia, ternyata kucing pun juga mengerti perasaan tuannya walaupun kucing hanya bisa mengeong. Sempat merasa bersalah disaat ketidaksukaan saya pada kucing, pada waktu itu disaat teman saya lagi asik ngobrol bersama saya dan melihat keengganan saya terhadap kucingnya, akhirnya teman saya mengusir kucingnya untuk sementara berada di luar rumah. Disaat kita selesai ngobrol dan mencari kucing itu, kucing itu hilang. Sedih rasanya kalau diingat-ingat, oh iya kucing cakep itu namanya owie, owie we miss you.

Rasa bersalah itu membuat saya perlahan-lahan mencintai kucing. Akhirnya saya mulai merasa nyaman dekat dengan kucing, bahkan pernah beberapa kali tidur-tiduran dengan kucing. Walaupun hidung agak terasa gatal.

Beberapa kali anak kucing nyasar ke rumah, sempat saya beri makan dan ingin saya pelihara namun lenyap entah kemana. Kucing kadang terlalu lincah dan suka jalan-jalan. Malah jarang pulang dan akhirnya pulang dengan kondisi hamil karena mungkin doyan pacaran. Lucu juga rasanya kalau menceritakan tingkah laku kucing.

Saat ini, ada satu anak kucing nyasar di rumah saya. Kemungkinan terpisah dari induknya. Dan tanpa pikir panjang saya ingin mengadopsinya, tetapi ya gitu deh. Karena kondisi saya yang sibuk kerja dan lainnya, ditambah anak kucing itu kadang datang dan pergi entah kemana.

Tadi pagi saya berhasil memandikan anak kucing itu yang belum ada nama, saya memandikan dengan memakai shampoo bayi, sisa shampoo anak saya. Kemudian kucing tersebut saya keringkan dengan memakai pengering rambut. Kucing tersebut saya beri makan makanan kucing walaupun saya melihat kucing itu kesulitan mengunyah, karena masih kecil. Kemudian, saya pakaikan gelang pemberian teman di lehernya yang mungil.

Semoga terus betah di rumah ya, ucing.
Tidak perlu takut kelaparan dan kurang kasih sayang. Karena saya mampu :)

32 comments :

  1. Dulu semasa SD sampai SMP, aku punya tiga ekor kucing, yaitu Belang, Cemot, dan Cepot. Ketiganya saudara kandung karena dilahirkan oleh induk yang sama. Semuanya kucing-kucing manis yang kalau buang air sudah tahu deh nggak boleh di dalam rumah.

    Cemot dan Cepot mati tertabrak mobil tetangga. Setelah itu kami pernah bilang sama Belang, jangan biarkan kami melihat dia mati mengenaskan seperti adik-adiknya.

    Sampai kemudian Belang hilang, nggak pernah lagi pulang. Sepertinya dia mati, ya. Dia memenuhi janji nggak menampakkan kematiannya di hadapan kami, huhuhu ...

    ReplyDelete
  2. Anakku juga sueneeenggg bgt ama kucing
    Pokoke ketemu kucing jenis apapun, doi bakal hepi dan pengin ngebawa k rumah.
    Kapan2 mau kuajak cuss ke kafe kuciinggg

    ReplyDelete
    Replies
    1. oh iya, dimana tuh mbak letaknya kafe kucing?

      Delete
  3. Aku juga suka kucing, karena mereka itu lucu dan kelakuannya aneh. Ada aja keanehan mereka itu. Klo aku baca buku, mereka malah duduk di halaman yg aku baca. Aku nyapu mereka duduk di sapunya. Klo dielus2 malah lari. Ntar kalo aku cuek dia kecentilan hahaha aneh emang.

    Semoga si kucing betah yaa, tahun baru si rumah baru 🤗🤗

















    ReplyDelete
    Replies
    1. tingkah kucing emang manja kadang ga jelas wkwkw

      Delete
  4. Semoga si kucing betah dan sehat selalu. Sewaktu kecil saya hobi sekali main sama kucing, bahkan sempat mama akhirnya memelihara seekor kucing yang nyasar ke rumah karena tau saya suka. Tapi sejak beberapa kucing yang saya pelihara akhirnya mati karena sakit maupun tua, saya jadi sedih sekali dan sampai hari ini, belum berani pelihara kucing lagi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sedih, kalau peliharaan kita hilang apalagi mati. kadang emang bikin trauma

      Delete
  5. Cantik kucingnya mba, kalau dipelihara dengan baik besarnya nanti pasti gagah, nggak kalah dengan kucing angora atau persia.😄

    Aku juga pencinta kucing, tapi semenjak kuliah ke ibukota aku nggak pelihara kucing lagi dan kucing peliharaanku pun di kampung pergi meninggalkan rumah karena nggak ada yang mengurusnya lagi. Sedih juga sih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kenapa ya hobi kucing tuh kabur? rata-rata cerita dan pengalaman teman saya juga gitu

      Delete
  6. Aku malah suka kucing sejak kecil mba, soalnya almarhum nenek kakek melihara kucing di rumah. Di pertengahan desember lalu aku baru aja kehilangan kucingku. Meninggal, dan gak tau penyebabnya apa karena dia sehat-sehat aja, malamnya malah tidur sama saya. Dan asli kucing emang mendengkur juga sih kalau tidur, terus suka kepo kalau aku lagi ngobrol sama mama.Suka narikin headset kalau aku tengah malem lagi telponan hehehe. Semoga kucing yang sekarang mba pelihara betah dan sehat selalu ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kucingku sudah lari....kabur entah kmna, sedih banget deh

      Delete
  7. Saya juga pernah punya kucing, Mbak. Saya rawat sejak dia masih kecil sampai beberapa tahun. Namun, sayangnya dia tertabrak motor 😢😢

    ReplyDelete
  8. Anak sulung saya takut pada kebanyakan jenis hewan. Kucing sih dia suka, lihat doang. Pegangnya takut. Hahahah. Lain lagi yang anak kedua, itu Ya Allah..senangnya sama hewan apapun. Terutama kucing. Belum umur 2 tahun aja dia senang banget peluk kucing.

    ReplyDelete
  9. Wah hebat.
    Akhirnya bisa mengalahkan phobia
    Hingga kini saya masih geli jika ketemu kucing dan anjing
    Mereka suka nempel nempel kan tuh?
    Saya geli :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kucing mbak suka nempel gak jelas dan bukan ama tuannya, malah ama semua org haha

      Delete
  10. Saya yanh termasuk suka kucing Mbak Gina. Pas kecil pernah punya sampai 8 atau 9. Eh dapat suami juga suka kucing, tapi karena kucing inj binatang manja kami ga mau piara banyak, piara kucing itu kalau dpt yang manja udah kaya punya anak aja lho...

    Kucing kami, si Chayo ini kalau makan minta ditemani kalau tidak dia makannya dikit.

    Sukanya kucing itubya gitu, bener kata mbak mengerti perasaan tuannya.

    Anak saya dr kecil terbiasa dg kucing, bahkan kadang main kejar2an gitu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah benar sekali, manjanya minta ampun. Beda ama doggy yang agak mandiri

      Delete
  11. Kalau saya cuma suka liat kucing saja, kalau nyentuh nggak berani. Bukan cuma kucing saja sih, hampir semua binatang nggak berani saya sentuh. Entah kebapa saya merasa geli saja menyentuh binatang sekalipun itu binatang peliharaan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. coba deh pelan-pelan karena punya hewan peliharaan tuh enak mbak, pelipur lara kalo sedih hehe

      Delete
  12. Biasanya yg suka melihara kucing hatinya selembut salju ya Mbak Gina, hehe... soalnya kan tiap hari merhatiin, mandiin, ngasih makan, ngelus2, penuh kasih sayang... padahal tuannya alergi ya ttp teteup sayang sm si ucing. Nice Mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya ya? hahah gak salju sih,,wkwkwk karena saya juga suka doggy, hatinya bisa mengonggong kek doggy wkwkw "becanda

      Delete
  13. Aku pelihara kucing kak..
    Anggora jantan, namanya mumu..
    Sudah hampir 2 tahun..
    Dan emang punya kucing itu seru

    ReplyDelete
  14. Semoga kucingnya sehat selalu ya...Seneng bacanya. Anakku minta pelihara kucing juga. Cuma belum berani akunya. Karena keduanya pengidap asma.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yah, kucing banyak bulunya. Ya emang bisa asma, Padahal kucing itu seru, apalagi kalau lagi main bareng

      Delete
  15. Semoga kucingnya betah ya Mbk, kalau aku sih di rumah banyak banget kucing yang main ke sini, anak-anak suka memelihara kucing kalau enggak direm bakal banyak banget kucingnya. Senang ya bisa melihat kucingnya bersih dan sehat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, barusan helm saya ditiduri kucing dan gak sadar pas dikntr rambut saya bau kucing, hmmm

      Delete
  16. Hai owie, duh kok rasanya gimana yaa inget si owie ini. Gemes-gemes gimana gitu. Sayangnya saya alergi dan asma sama bulu kucing yang suka rontok. So, maap ya cing, kamu stay out.

    ReplyDelete

My Instagram

Made with by OddThemes | Distributed by Gooyaabi Templates