Jangan Katakan Anda Lemah, Karena Anda Adalah Perempuan


Saya sangat suka dengan salah satu quotes "Jangan katakan Anda lemah, karena Anda adalah Perempuan." Sepenggal kalimat itu berhasil diutarakan oleh Mary Kom, seorang Petinju India. Mary Kom adalah Petinju Wanita yang memenangkan enam medali pada kejuaraan dunia.

Keseimbangan untuk Kebaikan
Dalam setiap kesempatan diberbagai aspek kehidupan, Perempuan selalu hadir dan ini dibuktikan dengan keterlibatan Perempuan diberbagai profesi pekerjaan. Perempuan selalu berperan dalam setiap usaha untuk meraih mimpi. 
Contoh kecil adalah dimana seorang Ibu memiliki peran yang penting dalam keluarga dan merupakan sistem support untuk anggota keluarga yang lain; Suami dan anak-anaknya. 
Ibu diibaratkan "tiang" dalam Rumah Tangga, Jika tidak ada seorang Ibu, keluarga akan kehilangan "tiang" yang menompang kokohnya sebuah keluarga. Jadi, betapa pentingnya sosok Perempuan karena peranan yang paling utama, telah diiisi dan dijalankannya tanpa pamrih. 
Luar biasa pengaruhnya bagi seorang Suami dan anak-anak, karena kelembutan dan kasih sayang lahir dari sentuhan Perempuan.
Dalam berbagai profesi dibelahan dunia, peranan Perempuan belum dianggap penting. Perubahan jaman yang maju, belum secara optimal dirasakan oleh Perempuan. Bahkan ada beberapa Negara yang masih menganggap Perempuan hanya bisa melakukan pekerjaan rumah dan tidak untuk berkarir. 
Pola Patriarki yang masih melekat di berbagai sektor kehidupan, membuat Perempuan mendambakan masa depan secara seimbang, khususnya tentang keseimbangan Gender.
Di indonesia keseimbangan Gender antara Perempuan dan Laki-laki belum sepenuhnya dijalankan, masih banyak ketidaksetaraan. Pada dunia kerja, beda gaji masih terjadi antara Perempuan dan laki-laki, dimana Perempuan dibayar lebih rendah dari laki-laki. Hal tersebut terungkap dari analisa informasi data Korn Ferry Gender Pay Index. Index itu merupakan hasil analisa gaji berdasarkan gender dari 14.284 pegawai di 53 negara. 
Pada posisi strategis di kantor ataupun dalam sebuah organisasi, Perempuan masih mengisi sebagai wakil atau posisi yang berada di bawah pemimpin atau leader laki-laki. 
Perempuan masih dianggap tidak mampu dalam memimpin, karena laki-laki unggul secara ketokohan dan efek maskulin sehingga bisa terkesan "mampu" untuk memimpin. Padahal dalam segi kompetensi, Perempuan Indonesia tidak kalah dan bahkan dibeberapa aspek justru lebih unggul dibanding laki-laki.
Pencapaian Perempuan dalam berbagai macam aspek ; sosial, ekonomi hingga politik pelan-pelan telah dibuktikan. Kita bisa melihat betapa kuatnya ibu Susi Pudjiastuti sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan yang berhasil mencapai posisi teratas kepemimpinan dalam kementerian Kelautan dan Perikanan, karirnya sangat cemerlang dengan banyak prestasi untuk Indonesia. 
Berhasil menenggelamkan ratusan Kapal Illegal Fishing adalah salah satu keberhasilannya. Indonesia juga memiliki ibu Sri Mulyani, Menteri Keuangan yang banyak Prestasi, menjadi Menteri Keuangan terbaik dunia di World Goverment Summit. Membuat kaum Perempuan bangga, karena berhasil mengalahkan nominasi-nominasi dari negara lain, yang banyak diiisi oleh Menteri laki-laki. 
Pada Pemerintahan Pak Jokowi keterlibatan dan peran Perempuan sudah sangat maksimal, ini dibuktikan dengan memiliki delapan Perempuan di Kabinet Kerja, menjadi prestasi karena memiliki jumlah menteri Perempuan terbanyak sepanjang sejarah RI.
Masa depan menyenangkan
Perempuan mendambakan masa depan menyenangkan, salah satunya kesetaraan gender. Setiap orang memiliki bagian untuk dimainkan ; setiap saat dan dimana saja. Setiap Perempuan memiliki harapan untuk masa depan, dimana keseimbangan dalam Gender sangat diharapkan. Perempuan juga harus punya hak yang sama dengan laki-laki

50 comments :

  1. Sepertinya sekarang sudah setara haknya antara pria dan wanita. Tapi ya itu, kembali lagi harus diakui memang ada perbedaan yang hakiki antara pria dan wanita yang tidak bisa ditiadakan keberadaannya :)

    ReplyDelete
  2. Saya sih mau mau aja kesetaraan gender. Etapi teteup kalau di TJ atau di Kereta ngga mau minta kesetaraan gender ah. Kan kepengen dapat tempat duduk. Ahaha...

    ReplyDelete
  3. saya rasa perempuan sudah mendominasi salah satunya di komunitas yang saya ikuti. Selain itu peran perempuan di organisasi/komunitas sangat baik malah lebih solid dengan kehadirannya.
    Namun memang saat ini saya masih mendengar kesenjangan pendapatan antar gender.

    ReplyDelete
  4. Aku pikir perempuan yg paling dianggap lemah pun pasti punya kekuatan. Tinggal kita bisa menggali potensi kekuatan aja sih. Dan kau salah satu perempuan yg kuat, mbak. Haha..

    ReplyDelete
  5. Sekarang sudah banyak perempuan yang menempati posisi tinggi di pemerintahan, bahkan beberapa di antaranya bisa dibilang sangat berhasil. Seperti Ibu Risma yang sangat dicintai warga Surabaya. Semoga muncul tokoh seperti ibu Risma di daerah-daerah yang lain.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin mas anang.. ini mas anang ashanty? ehehe *becanda

      Delete
  6. Perempuan dan laki2 sama saja, bentuk fisik dan fisiologisnya yg gak akan pernah bisa disamakan. Contohnya, mana bisa laki2 haid, hamil, melahirkan dan menyusui, wkwk. kalau hak dan kewajiban di dalam dunia kerja dan pergaulan sosial tetap sama.

    ReplyDelete
  7. Kesetaraan gender kalo saya pribadi menilai itu tak akan pernah terjadi. Sejak awalnya saja perempuan itu tercipta dari tulang rusuknya lelaki. Hehehe. Tapi saya selalu mendukung dan menyuarakan kesetaraan di lebih banyak bidang untuk perempuan, menyangkut hak-hak dasar kita sebagai warga negara, misalnya kesetaraan dalam pendidikan, kesetaraan dalam pekerjaan, kesetaraan dalam berpolitik, dll. Ulasannya menarik mba.

    ReplyDelete
  8. Memang dilihat secara fisik perempuan lemah, tapi dilihat secara fisik loh ya.
    Kemampuan dan daya pikir saya rasa nggak kalah sama pria.
    Karena banyak diluar sana sosok perempuan menginspirasi telah berhasil menorehkan karya gemilang.
    So.. Masih bilang perempuan lemah, dipikir dulu dech ya 1000x

    ReplyDelete
    Replies
    1. udah byk perempuan yang bisa angkat galon mbak hahaha kuat donk berarti ya

      Delete
  9. Sepakat dengan quotes itu. Dan saya kadang sedih kalau ada wanita yang seolah memanfaatkan kelemahan dirinya. Misalnya saat mengantri, ada yang bilang "lady first".
    Padahal kan wanita juga kuat lho berdiri mengantri sekian menit, tapi dengan kata lady first seolah bilang "saya ini lemah, jadi tolong didahulukan"

    ReplyDelete
    Replies
    1. di KRL saya masih ada dibedakan mana gerbong cewe dan cowo, mgkin krn ada pelecehan sexual jadi dipisahin. Namun saya lebih memilih gerbong yg gabung ama laki. Eh bener lho udh setara, bukti byk laki-laki gak mau kasih tempat duduk kepada saya. wkwkkw

      Delete
  10. Perempuan itu memiliki kekuatan karakter yang beda dg laki2. BUkan untuk ditandingkan, tetapi untuk disandingkan. Disandingkan artinya diakui kemampuannya, bukan melulu karena kekuatan fisiknya.

    Kemampuan wanita n pria mengantri misalnya, tentu setara. Nggak ada kewajiban misal kaum wanita musti didahuluin.

    ReplyDelete
  11. miris sekali menyadari bahwa hak untuk menjadi seorang perempuan bahkan masih saja direnggut. Seperti kemarin driver ojol saya bercerita bahwa dia dan teman2 ojolnya menertawakan banyaknya perempuan hamil di suatu kantor. Mereka melontarkan kalimat bahwa orang2 di kantor tersebut sangat subur dan blablabla (konotasi negatif). Sad

    ReplyDelete
  12. saya setuju dengan kesetaraan, namun juga harus mampu menghormati batasan batasan yang sudah ditetapkan.

    jangan sampai dengan telah disetarakan justru malah melupakan kodratnya sebagai seorang perempuan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kodratnta apa? yg saya tau kodratnya hanya hamil, melahirkan dan menyusui. Apalagi mnurut mas?

      Delete
  13. Saya juga sangat setuju, sudah saatnya Indonesia menerapkan kesetaraan gender, tidak ada pembeda antara laki dan perempuan, semua kemampuan tergantung dengan kepribadian seseorang..

    ReplyDelete
  14. Perempuan sebenarnya mempunyai kemampuan yang lebih, buktinya dalam keluarga, seorang Ibu bisa berperan lebih banyak, jadi perawat, manager, akuntan, dll. Seorang laki-laki lah yang hendaknya mampu memposisikan perempuan sebaik mungkin.

    ReplyDelete
  15. Quotes nya Mary Kom bagus ya. dia juga membuktikan bahwa wanita tidak lemah.
    soal kesetaraan di Indonesia, masih ada loh di kantor2 yang buka lowongan dengan kualifikasi "diutamakan laki-laki" padahal pekerjaan tersebut bisa dikerjaan oleh laki-laki ataupun perempuan hmmm

    ReplyDelete
  16. Ayo wanita... jangan lemah karena kamu adalah perempuan... kartini pasti bangga melihat perempuan2 kita banyak yang sudah maju pemikirannya..ga lagi dapur sumur dan kasur...

    ReplyDelete
  17. Soal kesetaraan gender di tempatku kerja sih kayaknya udah setara. Mungkin karena mengajar, jadi ya sama aja gaji perempuan atau laki-laki. Tapi soal pemimpin, hum...gimana ya? Aku sendiri kurang cocok dengan pemimpin perempuan. Menurutku pemikirannya kurang menyeluruh, terlalu resek dengan hal-hal kecil yang engga perlu. Mungkin pas pribadinya aja kali ya? Ada aja kayaknya perempuan yang cocok jadi pemimpin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak. Tapi saya mau bertnya mbak kepengen gak jdi pemimpin?

      Delete
  18. Be strong wahai perempuan,perempuan itu multitasking, pekerjaan dapat dilakukan secara bersamaan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. YES! kerja di rumah, kerja di kantor belum lagi ngatur keuangan rumah tangga hrs cukup klo gak ya nombokkin wkwkkww

      Delete
  19. Sri Mulyani sama Susi Pudjiastuti memang jadi contoh powerful women. Tapi buat saya yang terdekat adalah koordinator program yang notabene atasan saya juga perempuan. Dulu juga saya beberapa kali dipimpin oleh perempuan di tempat kerja. Saya yang gak pernah bermasalah sama kesetaraan gender ya biasa aja sih. Semuanya sama kok, kecuali kodrat tertentu yang membuatnya memang berbeda dari awal.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju bang Doel anak sekolahan,, hehehe kek Filmnya rano karno

      Delete
  20. Bersyukur menjadi perempuan, dan setuju sih kita hrs geser mindset kita biar perempuan bs wujudin mimpi dan passion tanpa terkungkung diskriminasi

    ReplyDelete
  21. Perempuan adalah makhluk yang sangat kuatIa bergerak di dalam rumah dngan cepat sambil memainkan tangan cekatannya. Jika ia masih merasa lemah, itu karena ia belum menghargai dirinya sendiri dan belum pernah meminta suaminya berganti peran barang sehari saja, dengannya. Semua suami akan keok, bahkan yang biasa membantu istri pun. Wkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Suami mengerjakan pekerjaan rumah pasti akan keok hahahhaha

      Delete
  22. Saya yakin kok kedepannya perempuan bakal semakin penting dalam berbagai profesi. Beberapa kebutuhan seperti ketelitian, kerapian, rata2 juga diungguli oleh perempuan. Di beberapa negara maju juga, saya kira peran perempuan di berbagai profesi jg sangat mendominasi

    ReplyDelete
  23. Setuju banget, meski di luarnya terlihat lemah sebenarnya perempuan adalah sosok yang kuat. Mampu bersabar dan melakukan banyak pekerjaan sekaligus. Selamat hari perempuan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepertinya yang paling sabar itu adalah kita ya, PEREMPUAN . Hehehe

      Delete
  24. Sejujurnya perempuan itu lebih kuat ditempa.. Meski hati dan tenaganya nya terlihat lemah tapi gak boleh disepelekan.

    Wanita bisa menghadapi byk tekanan yg datang bersamaan.. Semangatt ya buat para perempuan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semangat buat kita, Perempuan-perempuan tangguh

      Delete
  25. Di beberapa sisi peran perempuan juga sangat dibutuhkan seperti ketelatenan, dan ketelitian yang tinggi. Namun, di sisi lain peran laki-laki juga dibutuhkan seperti pekerjaan yang membutuhkan tenaga fisik yang lebih yang dimana notabene hanya laki-laki yang lebih diutamakan. Maka dari itu, setiap pekerjaan antara laki-laki dan perempuan sangat dibutuhkan karena mereka punya kelebihan masing-masing dan dapat saling melengkapi satu sama lain.

    ReplyDelete

My Instagram

Made with by OddThemes | Distributed by Gooyaabi Templates