Saat itu...

“Pergi terbang bersama dirinya, kelak kau pasti lupa pulang. Menembus awan,
sampai keujung langit.

Taburan bintang dimalam dan teriknya matahari pagi itu, disaat kepalanya
melihat ke atas langit tanda menunggu dirimu pulang.

Dia masih mabuk dengan nikmat gengam erat dan nyamannya terbang, ini
masih awal dan panjang. Apakah kau tak jenuh hitung bintang?

Pagi ini ada harapan akan sebuah sapa, yang dimiliki dari sebuah
cerita.

Cerita dimana aku dan kamu kembali dipertemukan oleh sebuah rasa untuk
jumpa, berjanji tentukan tempat untuk saling menatap mata dan melihat indah
senyumanmu.”


Iya, akhirnya aku kembali bertemu
denganmu. Melihat dirimu dari jauh berjalan dengan santai menghampiri aku yang
bahagia dengan sabar menyapa. Kita kembali menjalin dan mengalami indahnya
pertemuan hari itu, mencoba merasakan rasa jumpa pada saat pertama.  Masih saja senyuman itu ada di wajahmu,
senyuman yang membuat aku tak pernah lepas memikirkanmu. Gigi ginsul yang masih
saja aku sukai, buatku sadar ada sihir darimu.
Kamu masih saja tenang dan
menyenangkan, selalu lembut tutur katamu. Hanya kamu yang buatku tak  pernah bergerak jauh dari masa bersamamu. Walaupun
tahun telah berganti, musim tak menentu, tetapi panggil sayang kita berdua
tetap berlaku.
Kita membahas dan mengenang masa
kita bersama, dimana aku begitu dominan. Kita membahas tentang kisah kita yang
buat dirimu mencoba terus mengerti jalan pikiran ini. Aku begitu hilang arah
dan kamu terus mencoba menemukan jalan keluarnya, sayangnya aku tak terlalu
peka untuk mengalah. Keseringan aku asik akan hidupku, buatku tak menyadari
arti hadirmu.
Untuk bercerita saat ini tentang
hati, sudahlah. Kita berdua begitu paham, akan larutnya. Kita saat ini sepakat
akan sebuah kualitas hidup, dimana sadar akan kehadiran dan mulai paham akan
kebutuhan masing-masing. Kamu jauh sungguh tak apa, hatimu yang tinggal sangatlah
cukup. Aku tak begitu kesepian seperti dulu, karena kualitas hidup aku coba
gapai. Memang benar, kita belajar dan mengerti hidup dengan jawaban dari proses
hidup itu sendiri. Dan sedikit saja untuk mengakhiri malam, …
Dibawah rembulan ada harapan,
Jika tunjuk bintang jatuh dan aku
terus bertahan

Berharap lewati penghujung malam bersamamu
Dan sambut pagi masih denganmu

No comments