Puisi 5



Helai rambut yang jatuh

Mengikuti gravitasi bumi

Membuat mata tertuju dan

Melihat dia terbang bersama arah angin

Damai sambut cinta yang jatuh

Mengikuti lantunan jiwa dan emosi

Lamunan tepat menuju dan

Panah tepat sasaran melesat penuh

Pagi itu, aku terbangun karena hujan lelah basahi lahan yang luas depan rumahku. Hujan itu begitu setia, sampai lupa untuk meninggalkan malam pun pagi. Kubuka kedua mataku, yang masih enggan melihat cahaya. Nyamannya yang kurasa, sampai tak tahu bahwa jam terus berdetak pertanda bumi ini berputar. Tetiba aku mengingat akan janji untuk bertemu, menemuinya yang berkirim pesan tadi malam. Dia menungguku, disudut ruang kedai kopi yang populer dan tempat itu adalah tempat yg selalu wajib dikunjungi oleh orang-orang yang terkadang rindu akan sebuah pertemuan hingga larut sampai tak mengenal waktu.

Sore itu, jelas terlihat wajahnya dari kaca luar kedai tersebut. “Hai..” Sapaku.

Aku terfokus padanya, pertanda bahwa dia mengalihkan duniaku sesaat. Sudah ribuan cerita kami simpulkan, dan begitu banyak tawa lepas bersama.

“Kau adalah pagiku, sempat aku melihat wajah yang lain. Namun kau adalah satu-satunya”

Berikan alasan, mengapa waktu merubah bagian rindu ini terkadang membosankan? Adakah benar-benar kita pahami bahwa aku dan kamu suatu saat terpisah, tetapi jiwa ini tidak? Oh ya, rangkaian indah yang kita alami bersama sudah sepantasnya menjadi bagian yang terwakilkan bahwa cinta ini adalah sebuah keabadian.

.

.

.

#tumblr #bicarahati #bicaraahati #poem #poetry #fiksi #fiksimini

Post a Comment

My Instagram

Made with by OddThemes | Distributed by Gooyaabi Templates