Vaksin DBD Lengkapi Pencegahan Infeksi Demam Berdarah


Vaksin DBD Lengkapi Pencegahan Infeksi Demam Berdarah


Demam berdarah atau lebih dikenal dengan DBD adalah penyakit yang sering bermunculan di negara yang beriklim tropis dan subtropis. Penyakit DBD paling sering ditemukan di Asia Tenggara, Pulau pasifik barat, Amerika latin hingga Afrika. Ada banyak kasus yang ditemukan setiap tahunnya, dan jutaan orang diseluruh dunia pernah terinfeksi penyakit DBD, yang mana penyakit ini ditularkan melalui gigitan dari nyamuk aedes aegypti. Nyamuk aedes aegypti membawa virus Dengue, yang menjadi penyebab penyakit demam berdarah. Namun, hanya nyamuk aedes aegypti betina yang menyebarkan virus tersebut, dan bukan jantannya. Tentunya kita harus waspada terhadap gigitan dari nyamuk aedes aegypti, yang seringkali hidup dan berkembang biak di tempat yang lembab, memilih bersarang pada genangan air yang jernih, juga sering ditemui di bak mandi, vas bunga, talang air, atau tempat minum hewan peliharaan.


Vaksin DBD Lengkapi Pencegahan Infeksi Demam Berdarah


Indonesia adalah salah satu negara yang tak luput dihinggapi si nyamuk nakal, aedes aegypti. Menurut data terakhir dari Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes RI) bahwa di tahun 2023 sampai dengan minggu ke-33, ada 57.884 kasus Dengue, dengan angka kematian sebanyak 422 kematian yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia. Dari data grafik di bawah ini, kita bisa melihat angka kesakitan/Incidence Rate (IR) dan angka kematian/Case Fatality Rate (CFR) DBD di Indonesia sejak tahun 1968-2023 mengalami pergerakan yang naik turun.


Vaksin DBD Lengkapi Pencegahan Infeksi Demam Berdarah


Selain itu, grafik menunjukan bahwa semua orang di Indonesia berisiko terkena demam berdarah tanpa melihat umur, tempat tinggal, hingga kebiasaan dan gaya hidup. Sebanyak 143.000 kasus demam berdarah yang tercatat sepanjang tahun 2022, 39% nya merupakan golongan produktif dari rentang umur 15-44 tahun.


Infeksi demam berdarah seringkali ditandai dengan beberapa gejala; seperti demam tinggi, ruam di kulit, nyeri tulang atau otot, sakit kepala dan nyeri di bagian belakang mata. Pada kasus yang semakin parah, demam berdarah bisa memicu perdarahan yang dapat menimbulkan kematian. Orang yang pernah terkena DBD, dapat mengalami infeksi berulang, dan terkadang hingga menimbulkan gejala yang lebih lebih parah.


Ada banyak upaya yang terus dilakukan oleh pemerintah untuk menekan jumlah kasus DBD, dengan melakukan tindakan preventif dengan menjaga kebersihan lingkungan sekitar termasuk area di dalam dan di luar rumah. Selain itu, upaya yang paling efektif dan efisien adalah kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan mendorong masyarakat melakukan 3M Plus.


Vaksin DBD Lengkapi Pencegahan Infeksi Demam Berdarah



Apa itu 3M Plus ?

Kegiatan 3M Plus untuk cegah DBD harus terus dioptimalkan, dengan:


  1. Menguras dan menyikat

Masyarakat perlu sadar untuk melakukan kegiatan bersih-bersih dengan menguras dan menyikat tempat yang sering menjadi penampungan air; seperti bak, toren air, drum, wadah dispenser dan lainnya. Sikat dan gosoklah dinding atau tembok bak kamar mandi maupun penampungan air yang telah kotor/keruh juga berlumut, karena disitulah tempat favorit telur-telur nyamuk. Disarankan untuk melakukan kegiatan tersebut setiap harinya, untuk memutus siklus hidup nyamuk, yang konon bisa bertahan di tempat kering.

  1. Menutup tempat penampungan air

Ayo! Mulai sekarang, segera menutup rapat tempat-tempat air seperti bak mandi, galon kosong, ember, tempat sampah, drum. Selain itu, kuburlah barang-barang bekas yang menjadi tempat penampungan air, air hujan dan lainnya. Kubur barang-barang tersebut di dalam tanah, agar tidak membuat lingkungan semakin kotor dan dapat berpotensi menjadi sarang nyamuk.

  1. Memanfaatkan dan mendaur ulang barang bekas

Barang-barang bekas pun bisa digunakan kembali. Contohnya seperti bekas botol air mineral, yang bisa difungsikan sebagai wadah korek api, hingga panjangan bernilai ekonomis. Barang-barang bekas kalau dibiarkan tergeletak, berpotensi menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk aedes aegypti.


Selain hal 3M, plus nya merupakan bentuk upaya pencegahan tambahan, antara lain:

  • Memelihara ikan pemakan jentik nyamuk

  • Menggunakan obat anti nyamuk

  • Memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi

  • Gotong Royong membersihkan lingkungan

  • Periksa tempat-tempat penampungan air

  • Meletakkan pakaian bekas pakai dalam wadah tertutup

  • Memberikan larvasida pada penampungan air yang susah dikuras

  • Memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar

  • Menanam tanaman pengusir nyamuk


Peran aktif masyarakat perlu terus ditingkatkan dalam upaya pencegahan DBD dengan 3M Plus. Apalagi, wabah DBD ini akan meningkat disaat musim penghujan tiba, dimana sesuai dengan perkiraan BMKG bahwa akan adanya fenomena El Nino, suhu akan menjadi lebih hangat sehingga membuat nyamuk aedes aegypti semakin mengganas. Bahkan frekuensi nyamuk menggigit bisa naik hingga 3-5 kali lipat saat suhu panas mencapai 30 derajat celcius ke atas. Kita perlu ambil langkah seribu untuk cegah infeksi demam berdarah. So, langkah paling tepat adalah dengan memulai kegiatan 3M Plus dari sekarang ya guys!


Vaksin Dengue Lengkapi Pencegahan Infeksi Demam Berdarah

Dalam penyebaran dan infeksi Demam Berdarah, pemerintah Indonesia terus berinovasi, berkolaborasi dan melalui kemitraan publik-privat dengan pihak-pihak yang berkepentingan, termasuk soal DBD. Salah satu inovasi untuk mengatasi masalah tersebut, adanya Vaksin DBD.


Vaksin merupakan antigen (mikroorganisma) yang diinaktivasi atau dilemahkan, dan diperuntukan serta diberikan kepada manusia. Pemberian vaksin, diberikan kepada orang yang memiliki kondisi tubuh yang sehat. Gunanya untuk menimbulkan antibodi spesifik terhadap mikroorganisme, dan bila kemudian terpapar, akan mengurangi risiko terkena penyakit akibat mikroorganisme tersebut. Bahan dasar dalam membuat vaksin dapat berasal dari mikroorganisme baik virus maupun bakteri yang diinaktivasi, dimurnikan, diformulasi dan kemudian dikemas.

Pemberian vaksin merupakan salah satu cara yang paling efektif untuk mencegah penyakit menular. Pemberian vaksin pada anak hingga dewasa, dapat menekan penyebaran infeksi penyakit menular. Kamu tak perlu khawatir, soal keamanan vaksin karena pasti sudah melalui penelitian dan disetujui oleh otoritas berwenang.

Vaksin DBD merupakan salah satu inovasi baru, sebagai upaya cegah infeksi demam berdarah, namun tentunya tak lepas dari keharusan kamu untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum melakukan tindakan vaksinasi, termasuk penggunaan vaksin DBD. So far, Vaksin DBD yang tersedia di Indonesia bisa digunakan untuk rentang usia 6 hingga 45 tahun.


Vaksin DBD Lengkapi Pencegahan Infeksi Demam Berdarah

Vaksin DBD Lengkapi Pencegahan Infeksi Demam Berdarah


Banyak manfaat dalam pemberian vaksin DBD, dan diharapkan angka kasus kematian akibat DBD dapat berkurang, serta menurunkan jumlah pasien yang membutuhkan perawatan di rumah sakit. Selaras dengan hal tersebut, di tanggal 27 September 2023 Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bersama dengan Takeda telah membangun kerja sama melalui peluncuran kampanye #Ayo3MplusVaksinDBD. Kolaborasi antara para pemangku kepentingan ini meliputi:

  • Peningkatan peran serta masyarakat atau pemberdayaan masyarakat

  • Peningkatan kapasitas tenaga kesehatan

  • Penyusunan dan pelaksanaan terkait program koalisi bersama masyarakat menuju nol kematian akibat dengue (zero dengue death 2030)

  • Pendekatan terpadu untuk pencegahan dan pengendalian dengue

  • Sinkronisasi data (bridging) dengan SIARVI (Sistem Informasi Arbovirosis)

  • Peningkatan peran dan kerja sama penentu kebijakan di pusat dan daerah.


Dalam sambutannya Menkes RI, Ir. Budi Gunadi Sadikin, CHFC, CLU, yang diwakilkan oleh Dr. dr. Maxi Rein Rondonuwu, DHSM., MARS, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengatakan;


"Kondisi terkini terkait upaya pencegahan dan pengendalian infeksi dengue di Indonesia menunjukkan bahwa masyarakat masih perlu melihat ini sebagai ancaman serius, terutama ketika fenomena El Nino terjadi. Pemerintah telah menetapkan target pengurangan angka kasus demam berdarah dengue dan menuju 0 kasus kematian pada tahun 2030 melalui Strategi Nasional Penanggulangan Dengue 2021-2025. Lebih lanjut, melalui Koalisi Bersama (KOBAR) Lawan Dengue, kami telah menciptakan jejaring yang kuat antara para pemangku kepentingan untuk dapat mensukseskan target tersebut, dan pada hari ini melalui kemitraan publik-privat dengan Takeda, kami luncurkan kampanye #Ayo3mplusVaksinDBD yang merupakan salah satu program penting untuk mendukung tujuan kami besar kami."


Vaksin DBD Lengkapi Pencegahan Infeksi Demam Berdarah


Di Kesempatan yang sama, Gamze Yuceland, President, Growth & Emerging Markets, Takeda Pharmaceuticals International AG, menambahkan, "Takeda sangat mengapresiasi upaya pemerintah Indonesia dalam penanggulangan infeksi dengue, seperti yang tertuang dalam Strategi Nasional Penanggulangan Dengue 2021-2025. Kami berkomitmen untuk menjadi mitra strategis dalam mewujudkan nol kematian akibat demam berdarah dengue di Indonesia pada tahun 2030. Kami juga bangga menjadi salah satu pendiri dari sektor inovator untuk KOBAR (Koalisi Bersama) Lawan Dengue, yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan RI dan Kaukus Kesehatan DPR RI pada pada 8 September yang lalu dan mengajak masyarakat untuk mengimplementasikan kampanye #Ayo3MplusVaksinDBD."


Sebagai masyarakat, tentunya saya sangat mengapresiasi peran aktif pemerintah bersama para pemangku kepentingan dalam pencegahan, serta penanggulangan infeksi DBD di Indonesia. Seperti kata pepatah “lebih baik mencegah daripada mengobati”, untuk hal tersebut mari bersama #Ayo3MplusVaksinDBD.


C-ANPROM/ID/QDE/0257 | Oct 2023


No comments